Please go to www.velangkanni.com for the latest information.

Wednesday, December 7, 2011

Jangan Kesal Satu Haripun Dalam Hidupmu (Repost)

(RENUNGAN MASA ADVEN)

clip_image001

 

Pada suatu hari aku telah memutuskan menyerah pada keputusasaanku: mau tinggalkan pekerjaanku, hubungan familiku, sanak-saudaraku, hidup rohaniku bahkan mau mati saja.
Aku pergi menyendiri ke hutan untuk berdoa untuk terakhir kalinya.
“O Tuhan!” aku menjerit, “dapatkah Engkau memberikan suatu alasan yang tepat mengapa aku mesti hidup?”
Tuhan menjawab: “Tengkoklah disekelilingmu. Lihatkah tumbuhan semak duri dan bambu.?”

“Ya, Tuhan”, aku sahut.

“Ketika Aku menanam biji semak dan bambu aku memelihara mereka dengan baik. Aku menyinari cahaya, menyiram air. Semak duri bertumbuh cepat dari tanah, berkembang
subur dan mengindahkan ladang dengan bunganya. Tetapi bambu tidak tumbuh sama sekali. Namun aku tidak putus asa.”
“Tahun berikutnya semak makin bertumbuh lebat tetapi bambu masih belum menumbuhkan tunasnya. Namun Aku tidak putus asa”.
“Tahun ketiga tunas bambu belum kelihatan, namun Aku tidak berputus asa. Demikian juga dalam tahun keempatpun Aku belum dapat melihat apa-apa dari tanaman bambu itu dan Aku tidak berputus asa”.

“Akhirnya pada tahum kelima Aku baru melihat munculnya tunas kecil yang mau keluar dari tanah” - kata Tuhan.
Setelah beberapa waktu sejenak Tuhan mulai berbicara lagi.
“Setimbang semak sebelah, tunas bambu tak berarti apa-apa. Tetapi enam bulan yang berikutnya tunas bambu yang kecil itu bertumbuh pesat dan berdiri tegak setinggi 30 meter. Nampaknya selama lima tahun biji bambu yang Kutaman menguatkan akar-akarnya yang perlu untuk hidup lama. Sudah barang tentu Aku tidak akan paksa ciptaanKu menghadapi tantangan-tantangan diluar kemampuannya”.

Kemudian Tuhan berkata kepadaku: ”Tahukah kau, anakKu bahwa selama kau telah bergulat kau sebenarnya bertumbuh dan mengembangkan akar hidupmu seperti batang bambu tadi. Seperti Aku tidak pernah berputus asa tentang pertumbuhan dan perkembangan bambu itu, demikian pula Aku tidak akan kecewa dan berputus asa tentang dirimu juga.”

“Maka, jangalah membandingan dirimu dengan orang lain. Tentu, bambu itu mempunyai tujuan lain dai semak. Demikian juga kau akan ada waktu dimana kau akan bertumbuh tinggi”- kata Tuhan.

Kemudian aku bertanya kepada Tuhan: “Betapa tinggi Tuhan?”
Lantas Tuhan menjawab: “Betapa tinggi bambu itu mencapai?”
Aku menyahut: “Setinggi menurut kemampuannya.”

“Benar” - kata Tuhan, “Muliakanlah Aku setinggi sekemampuan dengan pertumbuhanmu”.
Kemudian aku meninggalkan hutan dan mengenang kejadian itu.

Saudara-saudaraku yang budiman,
aku berharap semoga kata-kata Tuhan yang diatas membantu anda untuk sadar bahwa Tuhan tidak pernah kecewa atau berputus asa denganmu dan tidak akan mencobai diluar kemampuanmu.
Maka, jangan kesal satu haripun dalam hidupmu.

Hari yang baik membawa kebahagiaan.                                                                                                                                                           Hari yang kurang baik memberi pengalaman.                                                                                                                                       Kedua-duanya esensial untuk hidup.                                                                                                                                              Teruskanlah perjuangan hidupmu.

Fr. James Bharataputra, SJ

No comments: